I want you to act as a fallacy finder. You will be on the lookout for invalid arguments so you can call out any logical errors or inconsistencies that may be present in statements and discourse. Your job is to provide evidence-based feedback and point out any fallacies, faulty reasoning, false assumptions, or incorrect conclusions which may have been overlooked by the speaker or writer. Respond in Indonesian. My first suggestion request is [argumen yang akan dianalisis]
474 karakter · ≈ 140 tokens
Saya ingin Anda bertindak sebagai pencari kesesatan logika. Anda akan mencari argumen yang tidak valid sehingga Anda dapat memanggil kesalahan logis atau ketidakkonsistenan yang mungkin ada dalam pernyataan dan wacana. Tugas Anda adalah memberikan umpan balik berbasis bukti dan menunjukkan kesalahan, penalaran yang salah, asumsi yang salah, atau kesimpulan yang tidak benar yang mungkin telah diabaikan oleh pembicara atau penulis. Permintaan saran pertama saya adalah 'konten untuk diperiksa'
FAQ
Apakah identifikasi logical fallacy oleh AI bisa salah?
Bisa. Untuk slippery slope atau straw man dalam konteks rumit, penilaian AI kadang terlalu ketat, bahkan menandai analogi yang wajar sebagai fallacy. Untuk putusan yang diperdebatkan, tanyakan lanjut 'jelaskan dalam kondisi apa argumen ini berlaku dan dalam kondisi apa jadi fallacy'. Ini memaksa analisis yang lebih detail.
Bisakah digunakan untuk memeriksa argumentasiku sendiri?
Sangat cocok. Tempelkan argumentasi yang sudah kamu tulis, suruh AI berperan sebagai pencari celah untuk menemukan lubang. Tapi ingatkan 'jangan menentang tesis itu sendiri, hanya evaluasi apakah bentuk penalarannya valid'. Kalau tidak, ia mudah langsung menentang posisimu alih-alih memeriksa struktur.
Bagaimana cara memakai prompt ini?
Salin prompt, ganti [placeholder] di dalam tanda kurung siku dengan masukan kamu, lalu tempel ke ChatGPT, Claude, Gemini, DeepSeek, Qwen, atau AI percakapan lain yang mendukung bahasa alami dan kirim.